Minggu, 20 November 2016

festival budaya yaa qowiyu


Pada mulanya, Kyai Ageng Gribig ke Mekkah untuk menunaikan Ibadah Haji. Sewaktu berada di Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “APEM YAQOWIYU” artinya kata yaa qowiyyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan. Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng Gribig diminta membuatkan lagi agar dapat merata.

Menurut kepercayaan warga, apem tersebut sebagai syarat untuk bermacam-macam maksud. Bagi petani dapat untuk sawahnya, agar tanamannya selamat dari hama. Ada yang percaya bahwa apem tersebut akan membawa rezeki, membawa jodoh, dan lain-lain. Bahkan, ada yang percaya siapa yang mendapat banyak apem pada perebutan itu sebagai tanda akan memperoleh rezeki melimpah. Saking percaya hal itu ada yang kaul (nadar) menggelar wayang kulit, atau pertunjukan tradisional yang lain.
yaa qowiyyu yang dirayakan pada setiap hari Jumat bakda sholat Jumat pada pertengahan bulan Sapar ini telah ada sejak jaman sejarah Kyai Ageng Gribig. Jumat siang, ribuan orang memadati lapangan di dekat Masjid Ageng Jatinom Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten untuk berebut kue apem yang disebar.
Pada Kamis siang sebelum apem disebar pada hari jumat, apem disusun dalam dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon. Penyusunan gunungan itu juga ada artinya, apem disusun menurun seperti sate 4-2-4-4-3 maksudnya jumlah rakaat dalam shalat Isa, Subuh, Zuhur, Asar, dan Magrib. Di antara susunan itu terdapat kacang panjang, tomat, dan wortel yang melambangkan masyarakat sekitarnya hidup dari pertanian. Di puncak gunungan terdapat mustaka (seperti mustaka masjid) yang di dalamnya berisi ratusan apem. Ada perbedaan antara gunungan lanang dan wadon. Gunungan wadon lebih pendek dan berbentuk lebih bulat. Gunungan lanang lebih tinggi dan di bawahnya terdapat kepala macan putih dan ular. Kedua hewan itu adalah kelangenan Ki Ageng Gribig. Macan diibaratkan Kiai Kopek yakni macan putih kesayangan Ki Ageng Gribig, sedangkan ular adalah Nyai Kasur milik Ki Ageng Gribig. Gunungan apem ini lalu akan diarak dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Ageng Jatinom yang sebelumnya telah mampir terlebih dahulu ke Masjid Alit Jatinom. Arak-arakan ini diikuti oleh pejabat-pejabat kecamatan, kabupaten, Pemerintah Daerah Kabupaten, Bupati (atau yang mewakili), Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) dari Klaten. Arak-arakan jalan kaki ini juga dimeriahkan oleh marching band, reog, seni bela diri dan Mas Mbak Klaten yang terpilih. Setelah kedua gunungan apem sampai di Masjid Ageng Jatinom maka gunungan apem tersebut dimalamkan di dalam Masjid untuk diberi doa-doa. Pada hari Jumat setelah sholat Jumat, apem tersebut disebar oleh Panitia bersama dengan ribuan apem sumbangan dari warga setempat.
Perayaan Yaaqowiyuu di Jatinom, Klaten, banyak dikunjungi puluhan ribu wisatawan lokal dan mancanegara. Mereka berkumpul di lapangan dekat Masjid Besar Jatinom, menunggu acara sebar kue apem yang dilakukan setelah selesai salat Jumat. Sekarang ini, sebanyak 5 ton kue apem yang diperebutkan para pengunjung.
Kota Jatinom penuh sesak adanya beribu-ribu orang yang ada disitu meminta berkah kepada Kyai Ageng Gribig yang dimakamkan di Jatinom itu. Tetapi hendaknya kita selalu sadar bahwa: Mintalah sesuatu itu hanya kepada Allah semata.





Rabu, 26 Oktober 2016

Alam Lebih Indah Untuk Bermain

tak jarang sekarang kita jumpai anak-anak lebih senang bermain gadged dengan berbagai game yang menawarkan keasyikan tersendiri. namun, dibalik itu taukah kita bahwa anak-anak menjadi kurang aktif dan kurang sosialisasi dengan lingkungan sekitar? serta kurang peduli dengan keadaan sekitar.
ayo. mulai ajak anak-anak untuk bermain diluar bersama alam dan teman-teman yang lain, karena bermain diluar dapat menambah kecerdasan serta ketangkasan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. dengan bermain dilingkungan terbuka anak-anak dapat bersosialisasi dengan teman atau pun tetangga untuk melatih rasa empati mereka. bermain dilingkungan terbuka lebih bermafaat daripada bermain gadged berjam-jam di dalam ruangan.

me


hai kawan,kenali aku Yati seorang mahasiswi jurusan komunikasi massa di Politeknik
indonusa Surakarta. Aku anak kedua dari dua bersaudara, aku dibesarkan ditengah keluarga yang sederhana namun sangat hangat dan penuh kebahagiaan. Aku asli orang Klaten, yang punya impian jadi broadcast yang profesional di TransMedia, dan bisa punya station sendiri kalau aku udah cukup ilmu dan meteri tentunya...

RELAX FOR NEW SPIRIT






Di era globalisasi ini, banyak pekerjaan yang menyita waktu. Apalagi sudah masuk deadline yang ditentukan, yang membuat kita seakan tak bisa lepas dari beban berat. Fokus terhadap apa yang kita kerjakan memang tidak perlu, tetapi jika telalu menyita energi tidaklah baik. Tubuh dan otak kita bukanlah robot, jadi perlu sedikit dimanjakan denagn rileks. Bukan kita lari dari pekerjaan, namun kita perlu mengembalikan energi dan semangat kita dengan santai sejenak, agar kita bisa kembali bergairah utuk menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan saat kita berada dalam situasi seperti ini:

Bersenang-senang

Berikan kesempatan pada diri kita untuk berada dalam keadaan rileks dan lakukan hal yang menyenangkan diri.

Tersenyum

Kita buat suasana hati lebih ceria dengan sederhana, pancarkan aura keceriaan dengan ,elakukan senyum dari dalam hati kita. Rasakan semua yang ada disekitar kita adalah keindahan dihati kita.

Lepaskan pikiran

Jangan terlalu memikirkan pekerjaan atau masalah yang menjadi beban pikiran kita. Karena pikiran yang telalu tegang dapa menimbulkan khawatir yang menimbulkan rasa takut. Berpikirlah secara sederhana dan katakan bahwa semua yang dijalani adalah yang terbaik.

Terbuka

Belajar mengungkapkan dan mengeluarkan semua yang menjadi beban pikiran kita kepada siapapun dengan ketulusan dan kejujuran serta yakin bahwa semua akan menuju pada kebaikan.

Koreksi diri

Dalam hal ini, kita harus berhenti menilai dan menyalahkan orang lain disekitar kita. Terima orang lain apa adanya dengan semua perbedaan yang ada, seperti kita menerima kelebihan dan kekurangan kita.

Bangun solidaritas

Tawarkan bantuan pada teman yang membutuhkan. Jadilah pendengar yang baik saat teman berkeluh-kesah. Buat kegiatan yang membengun rasa peduli yang sifatnya santai dan bisa memberikan kesenangan.

Keseimbangan jasmani dan rohani

Keberhasilan hidup pada dasarnya tercipta karena sebuah keseimbangan. Maka, keta maknai itu dengan mempertajam rasa dan batin kita. Sersyukur atas kesehatan dan pencapaian selama ini.

(sri mulyati : dari berbagai sumber)

Kamis, 29 September 2016

Kulliah Lapangan dan Holiday

Kamis, 22 september 2016 saya dan teman-teman Komunikasi Massa B melaksanakan Kuliah Lapangan di Harian Kedaulatan Rakyat Jogjakarta. Pada hari itu kami berangkat Pukul 07.30, molor dari jadwal yang sudah ditentukan.
Kedaulatan Rakyat merupakan sebuah industri media yang berada di Yogyakarta. Industri ini bergerak pada bidang informasi atau berita khususnya yang berkaitan dengan Kota Yogyakarta. Di bawah Naungan PT.BP. Kedaulatan Rakyat Group, Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai media diantaranya media cetak dan media online sebagai sarana informasi berita.
Kedaulatan Rakyat memiliki berbagai konten berita yang terdiri dari Yogyakarta, Jawa Tengah ,Nasional, Internasional, Eksbis, Pendidikan, Sport, Lifestyle, wisata , Teknologi dan konten konsultasi penanggalan. Berita yang diberitakan oleh Kedaulatan Rakyat bersifat up to date selama 24 jam sehingga pembaca dapat mengakses berita kapan saja.
Kedaulatan Rakyat merupakan Industri media yang telah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di Yogyakarta. Hal tersebut dikarenakan Kedaulatan Rakyat sudah ada sejak lama seiring dengan perkembangan Kota Yogyakarta.
Kuliah Lapangan Kami tidak memakan waktu lama, hanya satu jam itu terbagi menjadi dua sesi yaitu dikusi teori dan proktek melihat mesin cetak yang digunakan harian kedaulatan rakyat dalam produksi koran.
Karena sisa waktu masih panjang, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di Malioboro. Kamipun melanjutkan perjalanan kami, menuju malioboro. Sebelum jalan-jalan kami menyempatkan untuk makas siang terlebih dahulu, untuk mengisi energi kami sebelum melakukan olahraga kaki. setelah selesai makan siang kami ulai berpisah dan berjalan sesuai dengan keinginan kami, sebelumnya kami menentukan waktu untuk berkumpul terlebih dahulu. Kami berjalan menyusuru Malioboro ditengah hari. Perjalanan ini sangat kami manfaatkan karena mengingat jarangnya kami memiliki waktu untuk bersama. Ditengan perjalanan kami, rintik hujan mulai turun tak begitu lebat namun sempat membuat beberapa pedagang berlarian mencari tempat berteduh dan menutup dagangan mereka. Waktu berlalu begitu cepat, sudah saatnya kami untuk kembali keparkiran dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Solo. saat perjalanan ke Solo kami ditemani hujan yang cukup lebat.

festival payung "sky umbrella, exploring indonesia"

Festival Payung Indonesia (FPI) 2016, kembali diadakan dan bertempat di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, dengan tema sky umbrella exploring indonesia. Dilakukan di Taman Balekambang Solo karena taman ini memiliki nilai sejarah bagi Kota Surakarta. Di event Festival Payung 2016 ini nanti juga ada Pasar Payung sebagai bagian inti acara. Pagelaran payung jadi pertunjukan utama karena nilai historisnya bagi masyarakat Solo. FPI 2016 akan menghadirkan Karnaval Payung, Solo Dance Festival, Pentas Tari Payung, Fashion Show Payung, pameran dan lomba foto. Selain itu, terdapat pula workshop dan melukis payung, sarasehan dan refleksi, serta Workshop World Culture Forum.

Panitia juga menyiapkan sejumlah kerajinan payung dari negara-negara di Asia seperti Kamboja, Thailand, Jepang, Tiongkok, dan negara lainnya. Lewat even ini masyarakat bisa melihat seperti apa kerajinan payung dari negara Kamboja, Thailand, Tiongkok, Jepang, dan lain sebagainya.

Uniknya, lebih mengeksplorasi sajian kesenian, seperti menampilkan ragam corak batik Solo yang indah. Acara Festival Payung diselenggarakan setiap hari pada tanggal 23-25 September dimulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Festival Payung 2016 akan mempertemukan pelaku industri kreatif payung Indonesia. Selain itu, akan ada penggiat pelaku seni karnaval dan masyarakat yang ingin melestarikan kerajinan payung di Tanah Air.





Kamis, 08 September 2016

pakpung umbul manten



Umbul kemanten merupakan salah satu obyek wisata yang mulai dilirik oleh para wisatawan, obyek wisata air yang terletak di desa Sidowayah, polanharjo, tulung, kabupaten Klaten ini menawarkan kemurnian air yang berasal dari mata air pegununngan, selain itu umbul yang resmi dibuka pada tanggal 28 juni 2012 ini juga meawarkan pemandangan pedesaan lengkap dengan udaranya yang sejuk ala pegunungan. Pada awalnya belum banyak yang mengetahui keberadaan umbul manten ini, sehingga digunakan untuk tempat pelarian anak-anak sekolah membolos dan minum-minuman keras. Akhirnya warga sekitar mulai terganggu degan kagiatan itu dan mendapat teguran dari FPI.

Berawal dari situ warga mulai berfikir agar kejadian tersebut tidak terulag kembali, akhirnya umbul tersebut diggunakan untuk arena outbound pendidikan taman kanak-kanak dan belum dipunggut biaya restribusi. Berawal dari situ warga mulai sadar akan potesi umbul temantn ini dan mulai mengelola umbul dengan serius dengan mulai menarik biaya restribusi kepada setiap penggunjung. Melihat potensi yang bagus untuk kedepannya pemerintah kabupaten ingin mnegambil alih pengelolaan umbul temanten ini, namun tidak mendapat persetujuan dari warga, karena ini merupakan aset desa yang dapat menunjang perekonomian dan pembangunan warga desa, karena jika dimabil oleh pemerintah daerah juga akan merbag sistem irigasi petani desa, perikanan, serta air minum.

“dulu mau dimintak perda, tapi sama warga gak dibolehin. Karena ini aset desa untuk pembanguna desa, kalau dimabil perdakan sistem irigasinya dirubah. Karena air yang terbuang itu masuk irigasi dan perikanan dan yang dikotak untuk air minum”. Ujar Priyono pengelola umbul manten

Umbul maten pun dikelola warga selama delapan tahun hingga pada awal tahun 2016 dikelola oleh keluahan menjadi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Barulah setelah dikelola oleh BUMDES umbul maten mulai melakukan relokasi, mulai dari penambahan kolam dan perbaikan fasilitas dari kamar ganti, toilet, mushola, dan beberapa warung makan. Dalam pengelolaannya BUMDES tetap melibatkan warga desa, seperti halnya dalam pengelolaan restribusi yang dipercayakan kepada warga desa.



Namun, seiring mulai dikenalnya umbul manten terdapat masalah lain untuk pembangunan kedepannya mengingat umbul manten tidak memiliki wilayah yang cukup karena letaknya yang berada diperbatasan kecamatan dan kelurahan serta diapit umbul pelem. “kan masalahnya umbul manten ini gak punya wilayah, yang dipondasi itukan punya umbul manten. Na yang saya pakek buat jualan ini sudah milik umbul pelem.” Kata Priyono, meskipun demikian warga desa tetap memaksimalkan potensi yang ada di umbul manten.