Tampilkan postingan dengan label creation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label creation. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

kepercayaan





Hai, kenalin nama ku tiya. Aku adalah seorang gadis remaja yang mudah percaya dengan orang meskipun itu baru aku kenal sekali pun. Asalkan kamu baik sama aku dan selalu jujur dengan aku maka aku akan dengan gampang percaya sama kamu, tapi jika kamu sedikit saja melukai atau berbohong dengan ku maka aku akan langsung gak respack lagi sama kamu dan mungkin aku bakal benci sampai mendarah daging sama kamu. Jadi intinya adalah kamu baik, maka aku akan lebih baik dari kamu, but kamu jahat sama aku, bisa jadi aku akan lebih jahat sama kamu.
Pagi ini adalah hari pertama aku MOS, kegiatan wajib bagi siswa siswi baru ditahun ajaran baru. Hari ini aku jadi orang gila baru dengan segala peralatan MOS yang sudah ditentukan untuk dibawa. Jam tangan ku sudah menunjukkan pukul 06.30 dan teman ku yang berjanji ingin menjemput ku untuk berangkat bareng belum datang juga, dan tak ada kabar dari dia. Aku mencoba untuk menghubungi dia karena ibu ku tercinta sudah mulai ngoceh gak jelas karena aku bisa telat dihari pertama ku masuk dimasa putih abu-abu ini. Aku mulai khawatir karena takut telat dan ibu yang sudah mulai geram karena aku tak kunjung berangkat, sementara waktu terus berjalan dan dirumah hanya tinggal kami berdua saja. Dan itu, artinya jika teman ku tak jadi datang menjemput, maka ibu ku tak bisa mengantarkan aku ke sekolah dengan alasan tak bisa mengendarai motor.

Saat aku mulai pasrah dengan keadaan, keajaiban seakan datang. Aku mendengar suara motor teman ku. Dan benar saja itu dia akhirnya datang juga dengan muka tanpa dosa. “lama banget neng? You know kita bias telat ini kita masuk pukul 07.00” oceh ku sambil berjalan menuju dia, dan ia hanya tertawa melihat raut muka ku yang begitu berantakan. Aku langsung berpamitan dengan ibu ku dan langsung naik ke motor dan menyuruh temanku untuk segera melaju. “jangan cemberut terus neng, kita masih punya waktu 15 menit untuk sampai di sekolah, tak usah kau ini takut terlambat.” Kata teman ku ini dengan santainya. Aku hanya diam saja tanpa menjawab dan focus terhadap pikiran ku sendiri.

Dan benar sana kita sampai di sekolah tepat saat bel berbunyi tanpa babi bu aku langsung menaruh tas dan menuju lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan MOS tahun ajaran baru. Aku melihat sahabat ku dari SMP ternyata juga baru datang, aku berlari kecil menghampiri dia yang sedang berjalan menuju lapangan, “ mbak gina juga baru datang?” Tanya ku saat aku sudah disampingnya. “eh tiya, iya ni. Soalnya tadi angkotnya macet.” Jawabnya “na kamu sendiri tumben telat, mentang-mentang udah SMA ya?” Tanya sahabatku satu ini “engak gitu mbak. Ini tu gegara ina lama datengnya jadinya aku datang telat mbak.” Jawabku dengan muka bĂȘte. “kita itu gak telat tiya, kita datang tepat waktu” sela ina yang tak terima karena aku salahkan. “udah jangan berantem mulu, entar kita dimarahin sama kakak kelas lho karena berisik” mbak gina coba menegahi perdebatan ku dengan ida.



Jadi siswi SMK tak semenyengkan yang aku bayangkan, karena ternyata siswi SMK itu banyak kegiatan dan pelajaran baru yang membuat aku puyeng sendiri. Jadi siswi biasa aja udah banyak kegiatan karena kita selalu diberi tugas setiap hari udah gitu pulangnya juga selalu sore, ditambah lagi aku ikut osis, karena sok sokan pengen belajar berorganisasi. Pengen banget keluar dari osis atau osis gak usah ngadain kegiatan yang mengahuskan kita sering rapat sepulang sekolah yang membuatku pulangnya makin sore. Tapi alau dilihat kebelakang gimana perjuangan aku biar bias masuk osis, rasanya saying banget mau keluar. Jadi mau gak mau ya aku harus selesaikan masa jabatan aku di osis sampai akhir tahun ajaran ini.

Pulang sore setiap hari dan selalu banyak tugas dari guru-guru, ditambah kegiatan osis yang memaksa aku pulang petang membuat aku tak bias mengontrol kesehatan ku sendiri. Akhirnya aku tumbang dan terpaksa tak bisa masuk kesekolah hari ini, aku menghubungi Ida untuk menitipkan surat izin sakit agar diberika kepada guru yang mengajar hari ini, ia menyetujuinya dan saat itu juga ayah ku segera mengantarkan surat izin itu. “untung ina belum berangkat dek. Soalnya tadi dia sudah siap buat berangkat ke sekolanya.” Kata ayah ku saat sudah pulang dari mengantar surat dari rumah Ina.

Badan ku terasa sangat lemas karena dari pagi aku muntah terus, keringat terus keluar dari badan ku. Tiba tiba saja handphone ku berbunyi ada SMS masuk dari mbak Gina yang menayakan kenapa hari ini aku gak masuk. Aku langsung membalas “aku sakit mbak, emangnya Ina gak ngasih surat aku?”. Tak ada balasan dari sahabat ku ini, mencoba mengerti mungkin sedang ada guru dikelas jadi dia tak bias membalas SMS ku barusan. Aku mencoba berpikir positif, tiba-tiba aku terfikir untuk memberitahu wali kelas ku bahwa hari ini aku tidak masuk karena sakit dan sudah menitipkan surat izin kepada Ina. Ada satu pesan masuk dan ternaya dari wali kelas ku yang mengatakan Ida hari ini juga tidak masuk. Dalam hati ku berkata kok bisa Ina tidak masuk padahal tadi pagi saat ayah mengantar surat dia sudah siap berangkat ke sekolah.

Hari ini aku memaksakan untuk berangkat ke sekolah meskipun masi lemas dan msaatuntah walau tak sesering kemarin. Dengan di antar ayah ku aku berangkat hari ini, saat sampai di sekolah mbak gita juga baru sampai aku langsung dipapah masuk ke kelas. Tiba di kelas aku tak mendapati Ina disana, ternyata hari ini dia tak masuk lagi aku tak tau apa alasan dia tak masuk dan aku tak mau tau alasan dia karena aku terlalu kecewa dengan sikap dia.

“eh, tiya udah masuk.? Padahal masih pucet sama lemes gitu lho” sapa sahabat-sahabatku yang lain saat aku mulai duduk dibangku ku dengan mbak Gina.

“iya, soalnya takut dibilang bohong. Kemarinkan suratnya aku titipin Ina” jawabku lemas

“ina aja kemarin gak masuk.” Kata norma menoleh kearah ku

“iya aku tau kok, bu Puji bilang ke aku, makanya aku masuk biar gak disangka sakit bohongan” kata ku mencoba memberi penjelasan tentang keberangkatan ku hari ini. Bel masuk berbunyi, wali ku masuk setelah doa bersama selesai. Dia kaget melihat aku denga wajah pucat mencoba mengikuti kegiatan sekolah hari ini

“lho tiya kok sudah masuk? Kalau masih sakit gak masuk lagi gak apa-apa kok, biar sembuh dulu aja.” Kata wali ku sekaligus guru mata pelajaran produktif ku ini.

“iya bu” jawab ku singkat, karena aku sudah merasa mual ngin muntah lagi. Aku bergegas izin untuk ke toilet dan berlari sekuat tenaga agar aku tak muntah di tengah koridor sekolah. Aku langsung memuntahkan isi perutku karena sudah tak bias ku tahan lagi, aku bersandar lemas di dinding toilet sebentar untuk mengumpulkan tenaga agar bias kembali ke kelas. Tak lama pintu toilet di ketuk dan terdengar nama ku dipanggil dari balik pintu, dan aku sangat mengenal suara itu. “iya mbak, aku gak pa-pa kok” jawab ku sembari membuka pintu toilet dan berjalan keluar untuk kembali ke kelas. “kita ke UKS aja ya, biar kamu bias istirahat. Tadi aku udah izinin kok sama bu Puji.” Aku hanya menurut saja, dan berjalan lemas menuju UKS, di UKS aku langsung berbaring dan tidur dalam 5 menit. Mbak Gina setia menuggui ku, 15 menit aku tertidur di UKS.

Esok harinya Ina masuk, namun aku tak menyapa sama sekali dan tak bertanya kenapa dia tak masuk dua hari ini. Aku hanya ngobrol dan bercanda dengan teman teman ku yang lain, dan sesekali menyindir Ida karena sikap dia. Dan pas sekali ada teman yang menyakan kesehatan ku “”tiya udah sehatan sekarang, udah bias ketawa.” Katanya sambil berjalan di samping ku.” “iya ni” jawab ku singkat. “Kok kemarin kamu gak pakai surat izin kalu emang beneran sakit?” Tanya sarwati “aku tu udah buat suratnya dan ayah ku sudah antar kerumah teman kamu, dan kata ayah ku dia sudah siap berangkat ke sekolah karena dia udah dandan rapi dan udah manasin motor. Eh ternayata dia gak malah ikutan gak masuk. Kalau dia bilang ke ayah ku aku hari ini gak masuk om, kan jelas ayah ku bias anterin sendiri kesekolah. Nah ini, dia bilang iya om nanti saya sampaikan. Kan gak tanggung jawab baget dia.” Cerocos ku dengan emosi yang gak tertahan kan.



Ina sering sekali tak masuk sejak aku sakit dan ia tak menyerahkan surat ku kepada guru piket absensi hari itu. Aku juga tak mau mencari tau, karena aku sangat kecewa dengan sikap dia yang kurang amanah. Wali kelas mendesak aku untuk mencari tau apa alas an ida sering absen belakagan ini, dengan berat hati aku mengirim di pesan singkat “kenapa gak masuk lagi?” di cari bu Puji.” Tak ada balasan dari Ida, dan begitu artiya mau tak mau pulang sekolah nanti aku harus kerumah dia untuk mencari tahu langsung. Namun, hasilnya tetap saja sama rumahnya terkunsi tak ada satupun orang di rumahnya.

Satu minggu sudah Ina tak masuk sekolah, dan aku selalu ditanya tentang dia karena akulah yang paling dekat rumahnya dengan Ina. Dan hari ini aku diberi amanah guru BP untuk memberikan surat peringatan Ina kerumahnya karena dia sudah sering absen tidak masuk serta ini satu minggu berturut-turut dia tak masuk sekolah. Pulang sekolah aku lewat jalan kampong agar aku tak perluputar balik untuk ke rumah Ida untuk meberikan surat peringatan dari guru BP.

Ina masuk, namun hanya beberapa hari saja kemudia ia tak masuk lagi. Gerah dengan sikap Ina, akhirnya wali kelas memutuskan untuk datang langsung ke rumah Ina dengan Guru BP. Jadi pelajaran produktif hari ini dikosongkan dengan alasan gurunya sedang ada kepentingan, senangnya bias terlepas dari materi beberapa jam kedepan.



Hari ini aku ada rapat rutin osis, tak banyak yang dibahas hari ini karena tak ada kegiatan besar dalam waktu dekat ini. Jadi aku tak perlu pulang hingga petang, saat aku sudah diparkitan ada teman ku yang menghampiri.

“tiya kaum tau rumah ina kan?” Tanya dia saat sudah di samping ku

“iya tau, kenpa?” Tanya ku balik.

“boleh anter aku kesana sekarang? Soalnya aku tadi dikasi titipan guru BP buat ngasih surat ini ke Ina.” Jelasnya

“iya baiklah, searah ini kok rumah dia sama aku.” Kata ku

Kami bergegas menuju rumah Ina agar nanti tak pulang kesorean, karena hari ini banyak sekali tugas yang menanti untuk di kerjakan. Samapi di rumah Ina aku dipaksa untuk menemani dia masuk kedalam dengan alasan dia tak terlalu dekat dengan ina. Batin ku langsung berkata “emang aku deket dengan penghianat macam dia?”. Dengan langkah berat aku ikut masuk, kami disambut oleh ibunya Ina dan dipersilahkan masuk. Ina keluar dari kamarnya lemas sekali, ibunya cerita kalu ida sakit tipesnya kambuh, makanya dia gak masuk beberapa hari ini. Setelah mendengar cerita ibunya, nurul segera memberikan penjelasan tujuan kiat kerumahnya itu sebenarnya untuk memberikan titipan surat dari guru saja. Setelah urusan kami dirasa cuku kami segera berpamit untuk pulang.



Tanpa diduga hari ini wali kelas ku memberikan kami kabar bahwa Ina memutuskan berhenti sekolah dengan lasan sudah tak mau untuk berfikir lagi. Dan wali kelas meminta tolong untuk menyampaikan surat undangan untuk ibunya Ina agar datang kesekolah esok hari dengan kepentingan menyelesikan beberapa administrasi yang masih belum terselesaikan. Dan aku berharap itu adalah tugas terakhirku yang berurusan deng mantan teman ku itu, karena aku sudah tak respeck dengan dia lagi sejak kejadian surat izin sakit ku dulu.

Ibunya tak datang dengan alasan beliau sudah membayar semua administrasi sekolah lewat Ina. Wali kelas menitipka surat lagi agar ibunya Ina dan Ina mau kesekolah untuk terakhir kalinya karena wali kelas ingin memberika penjelasan secara detail mengenail administrasi sekolah. Dari situ aku berfikir jangan-jangan uang yang dipakai Ina untuk mentraktir aku bakso dan es buah waktu pulang sekolah dulu adalah uang yang harusnya dibayarkan ke sekolah?. Dan aku juga berfikir bahwa Ina memang tak bisa untuk dipercaya, karena dengan orang tuanya saja ia berani berbohong. Aku tak menyesal sedikitpun dengan sikap ku yang menyindir Ina selama ini kalau dia masuk sejak masalah surat izin sakit itu, karena ternyata ia memang tak bisa diberi kepercayaan.



Hari ini aku berangkat agak pagi, karena aku harus mampir dulu kerumah Ina untuk menyelesaikan tugas ku yang terakhir yang bersangkutang dengan Ina yaitu mengambil buku yang suda Ina pinjam dari perpustakaan sekolah yang belum ia kembalikan. Senang rasanya aku sudah terbebas dari INA. Bye kawan…

Minggu, 11 Oktober 2015

friend zone

            Senja yang indah, yang selalu dihabiskan dengan lamunan oleh seorang gadis  yang mulai beranjak remaja ini. Ia selalu menghabiskan waktu senjanya di sebuah bukit belakang komplek dengan alasan untuk melihat keajaiban serta keagungan Tuhan diakhir hari. Suasana yang asri dengan udara yang masih alami dan desiran angin sepoi-sepoi yang tercipta oleh beberapa pohon besar yang berada di sekitar bukit. Tak banyak orang tahu bahwa bukit ini menyimpan pemandangan senja yang begitu indah untuk dipandang mata.

            Kicauan burung yang merdu mengawali hari yang cerah ini,tampak sebuah keluarga sederhana sedang sibuk dengan aktivitasnya dipagi hari dengan suasana yang tenang dan hangat. Keluarga yang selalu terlihat hangat dimata orang lain dan banyak membuat iri keluarga lain,  keluarga ini selalu menyempatkan untuk sarapan pagi bersama sebelum mereka meninggal rumah untuk bertarung dengan aktivitas yang menjadi kewajibang setiap anggota rumah. Suansana yang hangat pun tercipta selama sarapan, terdapat obrolan hangat yang menemani sarapan keluarga kecil ini. Saling menanyakan kegiatan yang mereka lakukan diluar rumah. Sarapan pun selaesai dan mereka mulai berangakat meninggalkan rumah.
“adik hari ini bareng ayah ya?kakak ada perlu sama temen dulu soalnya” ujar sang kakak pada adik
“yah padahal adik pengen ngobrol sama kakak penting” jawab sang adik dengan lesu.
“kan ngobrolnya bisa nanti pas udah pulang sekolah dek, ini kakak penting banget soalnya. Hari ini aja kok, yah dek.” Penjelasan sang kakak yang tidak ingin adik satu-satunya ini marah, sang adikpun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti apa yang dijelaskan sang kakak kepandanya. Mereka pun meninggalkan sang ibu dirumah dan siap berangkat untuk memulai aktivitas yang mungkin sedikit membosankan.
“nanti ayah yang jemput adik ya, karena kakak ada urusan gak bisa jemput adik jadinya.jadi jangan pulang dulu.” Ayah memberi tahu anaknya yang agak manja ini
“iya yah.”jawab sang anak tanda ia mengerti dan paham.
Kemudian langsung turun dari kuda besi sang ayah dan berjalan menjahuhinya. Tak lama ia berjalan ia sudah sampai di kelasnya, tak biasanya jam segini kelas masih sepi. Ia pun langsung duduk di bangkunya, dan seperti biasanya ia memeriksa lacinya tepat seperti dugaannya pasti ada sesuatu di dalam lacinya. Karena udah satu bulan ini setiap pagi selalu ada benda-benda yang hinggap di lacinya, padahal ia tak pernah meninggalkan apapun ketika ia hendak pulang sekolah. Saat ia sedang memperhatikan benda itu dengan sesakma tiba-tiba ada yang mengejutkan dia.
“pagi mulya, wah hari ini dapet apa lagi kamu dari pangeran berkuda putih kamu?” suara melengking gita yang mengagetkan gadis ini.
“pangeran berkuda putih dari negeri dongen yang masih kamu baca tiap mau tidur? kayaknya sih CD sama surat.” Jawab gadis ini dengan sedikit ledekan untuk sahabatnya ini. Yang ia temukan sejak masa SMP dulu. Banyak suka duka dan hal baru yang ia alami selama berteman sekaligus bersahabat dengan gita. Gita adalah gadis yang sangat periang dan selalu merangkul mulya dalam keadan apapun. Gita punya perawakan putih dan sedikit lebih tinggi dari mulya dan tentunya catik, jadi tak heran banyak cowok yang naksir sama dia, namun ia selalu saja tak menanggapi setiap cowok yang mendekatinya. Tak ada satupun cowok yang mampu memikat hati gita di sekolah ini. Kecuali satu orang yang ia kagumi sejak awal masuk SMA.
“Entar pulang sekolah aku mampir kerumah kamu ya lya” kata gita ditengah pelajaran
“emang mau ngapain kamu kerumah?toh kakak aku gak ada dirumah kok git” jawab mulya setengah heran dengan niat gita yang tak biasa, biasanya ia kerumah kalok sang kakak tidak di rumah
“kali ini aku gak nyariin bang rian kok, tapi aku penasaran sama isi CD itu. Jadi, aku pengen liat, boleh ya lya. Please” gita menjelaska maksud kedatangannya kerumah mulya kali ini dan sedikita memohon agar diperbolehkan mengobati rasa keponya yang kumat. Dan mulya hanya menganggukan kepala tanda persetujuannya.
Jam sekolah telah usai, mulya dan gita menunggu jemputan untuk pulang kerumah. Mungkin ini akan sedikit lama karena jarak kantor ayah mulya dengan sekolah agak jauh, jadi mereka harus sabar menunggu. Mereka menunggu dengan bercerita ditepi lapangan basket yang ada di halaman sekolah depan. Dan di tengah lapangan digunakan untuk latihan anak-anak basket yang akan ada pertandingan bulan depan. Tanpa mulya sadari salah seorang anak basket yang sedang istirahat memperhatikannya dari kejauhan, gita menyadari itu
“lya loh tu lagi diperhatiin sama seseorang tau gak?.”kata gita yang menyadari bahwa sahabatnya tengah diperhatikan oleh seorang cowok dari kejauhan.
“masak sih?bukan aku kali tapi kamu,kan banyak cowok yang suka sama kamu di sekolah ini, tak terkecuali para pemain basket itu”jawab mulya sambil menunjuk para pemain basket yang sedang bermain.
“apaan sih kamu, kalok gak percaya liat deh itu.”gita menunjukan keberadaan cowok yang sedang memperhatikan gita dari kejauhan itu. Gita pun tak menjawab dan hanya diam saja.
Tak lama kemudian ayah mulya datang, merekapun segera berjalan menuju mobil yang akan membawa mereka kerumah mulya. Mereka langsung masuk dan ingin segera sampai rumah untuk mandi karena sudah tak tahan dengan keringat yang menempel pada tubuh mereka. Selama perjalanan mereka larut dalam obrolan hangat, karena gita sudah seperti keluarga sendiri di keluarga mulya. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah.
“assalamu’alaikum” mereka memberi salam pada penghuni rumah, tak lama wanita paruh baya membukakan pintu untuk mereka. Yang tak lain adalah ibunya mulya
“wa’alaikum salam. Eh ada gita”  bunda menjawab salam dari mereka, dan menyapa gita
“iya tante, lagi pengen main nie kesini, kan udah beberapa hari gita gak kesini tan” jawab gita
“tapi bang riannya lagi gak dirumah git” kata bunda sambil tersenyum penuh arti
“ihhh… tante ni sama aja kayak mulya, emang aku kesini cuman buat ketemu sama bang rian aja apa” kata gita yang malu karena biasanya niat dia kesini hanya untuk bertemu sama kakak mulya yang super ganteng
“ya kan biasanya gitu git, jangan marah gitu dong tantekan cuman bercanda git. Yaudah kalian mandi sana bau acem nie.” Kata bunda
“iya, aku keatas dulu ya tante”jawab gita sambil berjalan menuju kamar mulya yang berada dilantai dua untuk mandi.
Setelah keduanyan selesai mandi mereka memutar CD yang mulya dapat dari pengemar rahasianya tadi pagi. Untuk mengetahui apa isi CD tersebut, dan ternyata isinya sebuah lagu yang dinyanyika olek seorang cowok dengan iringan gitar. Cewek mana yang gak tersentuh kalok dinyanyiin lagu kayak gitu, apalagi lagumya diciptain sendiri secara khusus buat mulya. Perasaan muya kini campur aduk antara seneng dan penasaran sama identitas sang pencipta lagu itu.
Kesokan paginya mulya berangkat sekolah sendirian, karena ia sangat penasaran sama pencipta lagu kemarin ia memutuskan untuk berangkat lebih pagi dari biasanya. Ia berlari menuju kelas yang masih sepi karena ini masih pukul enam pagi. Mungkin, siswa-siswi sekolah ini baru pada bangun tidur. Mulya tiba di kelas dan langsung memeriksa lacinya dan ia tetap menemukan benda di laci bangkunya seperti biasanya, itu tandanya ia gagal untuk mengetahui identitas sang pencipta lagu.
Pelajaran hari ini terasa membosankan bagi mulya, tak biasanya ia seperti ini. Jam terakhir hari ini adalah pelajaran sejarah yang membuat para siswa-siswi merasa didongenkan oleh guru sejarah mereka. Seperti halnya mulya yang hanya diam namun pikirannya tetap tertuju pada siapa yang telah mengirimkan benda-benda selama beberpa bulan terakhir ini. Bel tanda pulang pun berdering di telinga para siswa-siswi, dan membuat mereka berteriak kegirangan. Karena, mereka dapat pulang kerumah dan segera melakukan aktivitas yang mereka senangi seperti main, atau hanya sekedar tidur saja di rumah. Namun beda halnya dengan mulya, ia memutuskan untuk tinggal beberapa saat dikelas, karena ia masih penasaran dengan siapa yang mengirimkan CD lagu kemarin. dan ia pun mengatur strategi agar dapat mengetahui identitas sang pengirim, ia bersembunyi di bangku paling belakang agar tidak dapat dilihat oleh siapa pun demi untuk mengetahui siapa pengirim dari benda-benda itu.
Tak beberapa lama ada soerang siswa yang memasuki ruang kelasnya, mulya tetap diam di tempat untuk memastika siapa yang datang itu. Dan yap siswa itu menuju bangku mulya dan meletakkan sesuatu di dalam laci bangkunya, setelah meletakkan benda di dalam laci mulya siswa tersebut keluar kelas dengan langkah cepat. Mulya pun mengikuti dengan berlari tak lupa ia mengambil benda dalam lacinya. Kini mulya sudah tau siapa pengirim benda-benda itu, ia pulang dengan perasaan yang campur aduk antara senang dan sedih. Pasalnya ia senang ia sudah tahu siapa pengemar rahasianya selama beberapa bulan terakhir, tapi ia juga sedih karena ternyata pengemar rahasianya itu adalah cowok yang disukai oleh gita.
Sesampainya di rumah mulya membuka kotak yang ia dapat hari ini, ada dua kotak yang ia dapat hari ini. Yang satu adalah sebuah buku agenda yang berisi kumpulan puisi yang dibuat oleh sang pengirim dan yang satu adalah sebuah album foto yang isinya foto-foto mulya dengan komentar disetiap fotonya. Ia bingung harus senang atau sedih, saat ia sedang asyik membaca puisi pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sang kakak yang ia sayangi
“belum tidur kamu dek?”Tanya sang kakak
“belum kak,kenapa emang?”jawab dan Tanya mulya
“gak sih kangen aja sama kamu, lagi baca apa sih serius banget?”Tanya balik sang kakak
“puisi kak,kak sini deh duduk aku mau cerita sama kakak”jawab sang adik
“emang mau cerita apa?”Tanya sang kakak sambil berjalan kesebuah kursi yang terletak di tepi ranjang,lalu duduk disana.
“aku udah tau kak siapa yang ngirimin aku ini itu selama beberapa bulan terakhir ini,tapi aku binggung kak harus seneng atau sedih” mulya mulai bercerita tentang kegalauan hatinya.
“emang sedih kenapa?”Tanya sang kakak yang heran akan perasan adiknya ini “harusnya kamu seneng kan karena udah tau siapa pengirim benda-benda yang memenuhi kamar kamu ini?”
“iya kak aku seneng, tapi aku sedih karena ternyata yang ngirim ini semua itu cowok yang udah disukai gita dari kelas X, aku musti gimana kak?jelas mulya kepada sang kakak
“gitu masalahnya?katanya gita suka sama kakak?berarti kakak dong yang ngirim ini semua?”kata rian
“ihhh…kak rian aku serius ini, malah dibercandaain sih!”mulya pun mengerucutkan bibirnya
“iya iya dek jangan marah dong. Tapi emang benerkan gita suka sama kakak?” Tanya sang kakak meminta kepastian.
“iya suka sama kakak, tapi ada yang lebih gita suka yaitu hadika kapten tim basket sekolah kita. Dan yang lebih parahnya lagi sebenarnya aku juga mulai suka sejak kita ditugasin buat pertukaran pelajar ke jogja beberapa bulan lalu”mulya coba member penjelasan kepada sang kakak
“wah itu sih ribet jadinya dek,kakak gak ikut campur deh.”jawab rian simple
Dan setelah itu ia pun keluar kamar mulya menuju kamarnya untuk tidur dan menyiapkan keperluan kuliahnya besok. Dan mulya pun juga mencoba untuk tidur dan tidak memikirkan hal tersebut. Namun ia tak bisa tidur sampai larut malam, ia baru tidur sekitar pukul 3 pagi. Dan akhirnya ia pun kesiangan saat bangun, untungnya hari ini ia libur sekolah karena ada rapat tahunan sekolahnya.
“tumben baru bangun dek”Tanya sang bunda
“iya bun semalem gak bisa tidur adek”jawab mulya
“iya gak bisa tidur mikirin paangeran berkuda putih itu bun”tambah sang kakak
“apaan sik kak rian,gak kok bun boong tu kak rian.”mulya coba menjelaskan kepada sang bunda.
“iya juga gak papa kok dek,wajar lagi kamu kan lagi masa-masanya kayak gitu”jawab sang bunda.
“apaan sih bunda ikut-ikutan kaya kak rian”mulya coba membela diri karena malu.
Tak mau menjadi bulan-bulanan kakak dan bundanya mulya pun segera pergi menuju kamarnya. Terdengar sayup-sayup tawa dari orang tua dan kakak yang menertawai mulya karena malu dan salah tingkah. Saat di kamar mulya langsung memutar lagu yang dikirim oleh handika sambil membaca puisi yang ia dapatkan kemarin.
Panas sangat terik hari ini, namun gita kekeh ngajak ketemu untuk melihat pertandingan basket yang digelar oleh yayasan salah satu sekolah ternama. Dan itu artinya mulya bakal ketemu sama handika nanti, itu juga yang menjadi alasan gita rela panas-panasan nonton basket demi handika. Memang handika memiliki paras yang ganteng dan cool serta memiliki karismanya tersendiri yang membuat kaum hawa jatuh hati pada pesona handika, termasuk gita dan mulya. Bedanya mulya baru tertarik sama handika baru beberapa  bulan terakhir, kalok gita sudah sejak awal masuk SMA suka sama handika.
“ayo lya cepet keburu telat kita.”gita menarik tangan mulya agar berjalan lebih cepat dari biasanya karena pertandingan akan segera dimulai.
“iya kamu duluan gih, aku ketoilet dulu ya.”jawab mulya
“iya deh, cepet ya.aku duluan dahh.”gita menyetujui dan bergegas menuju lapangan basket.
Saat mulya hendak kembali ke lapangan tanpa sengaja ia menabrak seseorang karena terburu-buru.
“aduch…”pekik mulya karena benturan di pundak yang cukup keras.
“eh maaf ya aku buru-buru jadi gak liat”kata orang yang di tabrak mulya
“gak pa-pa kok, toh aku yang salah.kan aku yang nabrak kamu.maaf ya.”kata mulya meminta maaf kepada orang yang ia tabrak.
“iya udah sama-sama aja kita yang salah,udah ya aku duluan udah ditunggu temen-temen aku di lapangan nie.”jawab orang yang di tabrak mulya dan ia hanya mengangukan kepala dan berjalan menuju lapangan untuk mencari gita.
Saat mulya tiba dilapangan  pertandingan sudah dimulai, pertandingan pembuka ternyata dari SMA mulya dan SMA cowok yang mulya tabrak tadi. Anehnya gita seneng banget dan pandangnya menuju seseorang. Tanpa sengaja mata mulya dan handika bertemu, mereka pun terkunci dalam pandangan itu beberapa saat hingga gita menepuk pundak mulya dan membuatnya kaget. Buru-buru mulya menguasai diri dan mengalihkan pandangannya kesubyek lain.
Pertandingan telah usai, sekolah mulya harus rela mendapat peringkat kedua karena juaran 1 diraih oleh sekolah cowok yang ia tabrak tadi dari toilet.
“tadi kamu liatin handika ya?”Tanya gita kepada mulya tentang kejadian dilapangan basket tadi.
“eh…gak kok git, kan handika itu punya kamu.”alibi mulya
“iya juga gak pa-pa kok, toh aku juga udah gak ada rasa sama handika. Aku udah ada penganti dia sekarang, tadi dia juga ikut tanding basket.” Gita mencoba menjelaskan perasaannya kepada handika.
“ciyeee… yang mana orang ya git?”Tanya mulya penasaran
“namanya teguh lya, anak SMA tunas harapan”jawab gita
“ohh, yang tadi menang kan?besok kenalin kek aku kedia”.jawab mulya antusias.
“iya besok kalok ada kesempatan mah gampang mulya.udah yo pulang aku udah capek ni” jawab gita
“iya aku nunggu jemputan nie,katanya kak rian mau jemput aku, katanya sekalian. Kamu mau bareng aku gak?” mulya mencoba menawarkan tumpangan pada gita
“gak ah lya, kelamaan aku naik taksi aja aku duluan ya”kata gita meninggalkan mulya.
Saat mulya menunggu jemputan ada cowok yang mendekati dia, dan ternyata itu adalah cowok yang ia tabrak tadi.
“kok belum pulang sih?nungguin aku ya?”kata cowok itu PD
“ihh.. PD banget sih jadi orang.”kata mulya
“kalok di depan cewek cantik macam kamu mah PD gak salah kan?”kata cowok tadi sedikit mengombal.
“makasih.”jawab mulya
“eh iya lupa belum kenalan nie, kenalin aku teguh.”cowok itu memperkenalkan diri
“mulya.”jawab mulya singkat
Dari kejauhan handika memperhatikan mulya dan teguh, ada rasa sesak di dadanya saat melihat mulya begitu akrab sama cowok lain terlebih itu adalah rivalnya. Handika saja tidak bisa seakrab itu dengan mulya, padahal ia sudah kenal dengan mulya hampir 3 tahun terakhir ini. Sedang teguh baru saja kenal namun sudah terlihat akrab sekali dengan mulya.
“eh jemputan aku udah dateng, aku duluan ya guh.”pamit mulya kepada teman barunya itu.
Teguh hanya menganggukan kepala dan melambaikan tangannya kearah mulya. Ia memandangi kepergian mulya dengan senyuman. Namun, tiba-tiba ia merasakan kehadiran seseorang di belangkangnya.
“jangan coba-coba deketin cewek gue!”kata handika sarkatis kepada teguh
“cewek loe?sejak kapan bro?dia bilang masih single kok. Toh kalok pun bener aku gak takut selam janur kuning belum melengkung dan belum ada kata sah. Baru pacar aja udah berlagak sok ngatur kayak suaminya aja.” Jelas teguh dengan berani tanpa rasa takut sedikit pun.
Handika langsung pergi meninggalkan teguh tanpa sepata kata pun, karena apa yang dikatakan teguh benar adanya. Disisi lain rian terus menggoda adiknya yang satu ini karena tadi ia melihat mulya tengah asyik bercanda dengan seorang cowok yang belum pernah ia liat sebelumnya, pasalnya dari semua teman mulya rian tahu semua sedang yang ini ia belum pernah melihatnya.
“ciyeee… ada cowok baru lagi nie. Handika mau dikemanain dek?”goda rian kepada mulya
“apaan sih kak, pojokin aja terus adeknya.”jawab mulya dengan juteknya
“yah marah deh adek kakak,iya deh gak digodain lagi adeknya.”
Mulya pun tersenyum, dan mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan canda tawa, saling meledek satu sama lain. Terlihat sangat akrab kakak beradik ini. Sampai dirumah ia telah disambut  oleh kedua orang tuanya.
Pagi ini lapangan basket terlihat sedikit berbeda dari biasanya, tampak lebih ramai dan terlihat bekerumun di satu tempat.
“ada apa sih git kok pada berkerumun kayak gitu?”Tanya mulya pada gita
“mana ku tau, aku juga baru dateng sama kayak kamu kan?”jawab gita yang sama-sama tak mengerti apa yang terjadi di lapangan basket.
“eh ada apa sih kok pada kerumun-kerumun gitu?”tanga gita pada siswa yang lewat
“itu lho handika lagi berantem sama anak tunas harapan.”jawab siswi tersebut
Mulya dan gita pun mendekati kerumunan itu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka mencoba menerobos kerumunan. Saat melihat ternyata benar handika sedang berkelahi dengan teguh disana. Keadaan mereka pun sudah babak belur sekarang. Mulya dan gita mencoba melerai keduanya.
“stop, berhenti sekarang juga.”teriak gita lantang ditengah kerumunan itu. Mulya pun mencoba membantu handika berdiri, sedangka gita membantu teguh berdiri.
“kalian kenapa sih?berantem disekolah gak jelas?kayak anak kecil aja. Sekolah tu tempat belajar bukan jadi jagoan kayak gini..”kata gita yang pada dasarnya tidak suka melihat orang berkelahi
“mumpung ada mulya disini kita tanya aja siapa yang mulya pilih diantara kita berdua.” Kata teguh yang membuat mulya dan gita kaget.
“oke. Mulya sekarang kamu pilih aku atau dia yang kau sukai? Handika mulai bertanya kepada mulya.
Mulya mundur beberapa langka karena tak percaya apa yang terjadi. Saat itu juga gita berlari pergi dari kerumunan itu dan meninggalkan mulya sendiri disana. Menyadari itu mulya menyusul gita mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“git..gita tunggu git, aku juga gak tau apa-apa disini. Aku juga kaget, sama apa yang terjadi sekarang.”jelas mulya kepada gita
“kenapa lya,kenapa mereka rebutin kamu?aku udah relain handika kalok dia suka sama kamu, tapi kenapa teguh juga ada perasaan yang sama juga ke kamu?kenapa gak ada yang suka sama aku? Kenapa?”jawab gita dalam isak tagisnya.
Hari ini menjadi hari yang buruk bagi mulya, karena ia bertengkar dengan sahabatnya karena cowok. Ia tak tau lagi gimana ia harus menjelaskan kepada gita, tentang masalah tadi siang di sekolah. Tak mau berlarut dalam pikirannya, ia menegarkan lagu yang dibuat handika untuknya, dan tak lama ia terlelap dalam tidurnya.
Pagi yang indah, namun tidak seindah hati dan perasaan mulya dan gita. Kedua gadis ini masih saja belum baikan sejak kejadian seminggu yang lalu, keduanya berjalan lunglai menuju kelas mereka. Dan tanpa sengaja mereka bertabrakan dipintu.
“aduch..maaf ya git aku gak sengaja.”mulya mencoba meminta maaf kepada gita. Namun gita melengos tak menjawab dan meninggalkan mulya. Hubungan persahabatan mereka meregang, susah sekali bagi mulya untuk menjelaskan kepada gita tentang kejadian di lapangan basket waktu itu.
Sore yang cerah mulya memutuskan untuk pergi ke bukit belang komplekya, karena hanya disini dia merasa tenang dan berfikir sejara jernih dengan melihat senja. Tanpa  disadari handika juga datang ke bukit itu, danmereka bertemu disana.
“mulya kamu tau tempat ini juga?” tanya handika kepada mulya.
“iya ka, cuman disini aku bisa tenang dan ngelupain masalah aku belakangan ini.”mulya menjelaskan keberadaannya disini.
“maaf ya gara-gara tingkah ku yang kekanak-kanakan jadi bikin persahabatan kamu sama gita jadi berangtakan” kata handika menyesal.
“iya, gak pa-pa kok.gak sepenuhnya salah kamu kok ka”jawab mulya
Ya tuhan begitu lembutnya hati gadis ini, batih handika. Mulya pun segera meninggalkan handika di bukit sendirian.
Saat gita hendak pulang tanpa sengaja ia berpapasan dengan mulya dilapangan basket. Mulya mencoba menjelaskan lagi kepada gita, dan kejadian itu dilihat oleh handika. Handika pun ikut menjelaskan kepada gita apa yang sebenarnya terjadi kepada gita, saat mereka tengah serius teguh datang ditengah-tengah mereka. Teguh pun ikut menjelaskan, tentang kejadian waktu itu kepada gita. Memang sebenarnya uujung permasalahan gita dan mulya ada pada teguh, jadi teguh harus menyelesaikannya sekarang juga. Agar tidak menjadi bertambah panjang lagi.
Teguh memang mempunyai perasaan terhadap mulya, namun ia tidak dapat memaksakan cintanya kepada mulya. Karena yang ada dihati mulya hanya handika, jadi ia merelakan mulya dengan handika dan mencoba membuka hati dengan gita. Namun itu tidak membuat hubungan persahabatan gita dan mulya menjadi seperti semula, setidaknya sedikit membaik.
Sejak saat itu mereka jarang bertemu karena sibuk dengan persiapan ujian masing-masing, tak ada yang member kabar satu sama lain. Mereka hanya mementingkan ego masing-masing.
Hingga hari kelulusan pun tiba, tak ada yang saling bertemu dan menyapa satu dengan yang lainnya. Mereka tak ada komunikasi lagi sejak pertemuan sore itu.
Dua hari setelah kelulusan mulya dikirim ayahnya ke korea untuk melanjutkan studynya di creative & communication art institute, sesuai dengan cita-citanya selama ini untuk menjadi broadcast yang handal. Sejak kelulusan itu pula ia dan gita sudah tak saling berkomunikasi lagi. Mulya mejalani hari-harinya dengan senang karena ia mendapat teman baru yang sama baiknya seperti gita, dia berasal dari Indonesia juga. Nurma nama gadis itu, nurma adalah seorang gadis yang angun dan tak banyak bicara namun ia memiliki kehangatan bagi mulya karena kedewasaannya dalam berperilaku.
Ditahun terakhirnya ia mendapat pengemar baru, yang suka memberi puisi yang diletakkan di loker mulya sejak tahun ajaran baru beberapa bulan lalu. Dia merasa takut jika kejadian 3 tahun lalu terjadi lagi bersama ia dan nurma hanya karena pegemar rahasia yang tak punya keberanian mengukapkan secara langsung kepadanya.
pagi yang cerah diawal musim dingin ini, mulya berangkat kekampus sendiri tanpa nurma karena dia tidak ada jadwal pagi ini. Ditengah perjalanan menuju kelas ia menyempatkan menuju lokernya untuk mengambil buku pelajaran yang ia tinggalkan kemarin di loker. Dia melihat ada seseorang yang menempelkan sesuatu di lokernya, saat itu juga mulya berlari menghampiri orang itu.
“maaf apa yang kamu lakukan disini? Inikan loker saya?”tanya mulya lembut
“aku hanya menempelkan puisi ini saja, aku gak nyuri apapun kok.bener deh”jawab cowok itu jujur.
“terimaksih puisinya bagus,tapi tolong hentikan ini semua aku tidak ingin salah paham dengan siapapun lagi.”kata mulya sambil menerawang kejadian 3 tahun lalu saat ia duduk dibangku SMA, ia kehilangan persahabatannya hanya karena masalah cowok.
Perlahan mulya meninggalkan cowok tersebut, karena jamnya akan segera dimulai. Mulya tak mau terlambat disetiap pelajarannya, ia pun mempercepat langkahnya menuju kelas. Dan di dalam kelas sudah banyak mahasiswa yang datang, mulya segera mengambil tempat untuk duduk dan menyiapkan materi yang akan dibahas dipertemuan kali ini.
Hari-hari berlalu dan kini sudah saatnya mulya kembali lagi ke Indonesia setelah 4 tahun menempuh pendidikan di korea, dengan berat hati ia harus berpisah dengan nurma yang menjadi sahabatnya 4 tahun terakhir selama ia tinggal di korea. Mereka sling memberi hadia sebagai kenang-kenangan.
“aku pasti bakalan kangen banget sama kau mulya.”kata nurma disela-sela membantu mulya berkemas.
“aku juga pasti bakalan kangen sama nurma ku sayang, tapi tenang aja aku bakalan kesini lagi kok kalok aku belum bisa kerja di broadcast indonesia.”ujar mulya.
Merekapun berpelukan sebagai tanda perpisahan mereka yang sementara ini, setelah itu nurma mengantar mulya ke airport. Setelah sampai mereka menyempatkan makan dulu karena pesawat baru akan boarding 1 jam lagi. Selesai makan mereka menuju keantrian, sebelumnya mereka berpelukan kembali karena mereka akan berpisah dalam jangka waktu yang pangjang. Mulya pun berjalan masuk kedalam peswat dan meninggalkan nurma sendiri.
6 jam dalam pesawat untuk melalui penerbangan ke indonesia akhirnya mulya sampai di bandara Jakarta, dan keluar dari pesawat dan mengambil kopernya lalu menuju ruang tunggu untuk menunggu kakaknya menjeput.
“mulya…”merasa namanya dipanggil mulya segera menoleh kesumber suara.
“kakaaaaak…”mulya berteriak kegirangan saat melihat kakaknya sudah datang. Ia pun segera berhambur memeluk kakaknya untuk melepas rindu. “ayok kak cepet pulang aku udah jangen banget sama ayah dan bunda serta suasana rumah.”kata mulya melepas pelukan kakaknya dan megandeng tangan kakaknya sembari berjalan menuju mobil.
Sampai dirumah mulya langsung berhambur memeluk ayah bundanya yang telah menyambut mulya di depan pintu rumah. Melepas segenap rindu yang ia pendam selama 4 tahun ini. Setelah puas berpelukan mereka masuk kedalam rumah, dan menikmati makan malam bersama dengan suasana yang hangat. Sudah lama mulya tidak merasakan suasana makan bersama keluarganya, jadi ia sangat bahagia dapat merasakan kembali suasana seperti ini.
Pagi yang cukup cerah, setelah guyuran hujan tadi malam. Hari ini mulya memutuskan untuk berjalan-jalan bersama kakaknya, karena mereka sudah lama tidak berjalan-jalan berdua. Mereka memutuskan pergi kesebuah mall untuk makan siang, saat mereka hendak duduk tak sengaja mulya bertemu dengan gita yang sedang makan, gita tidak sendiri melainkan ada dua cowok yang sedang bersama dia.
“mulya kan”tanya gita yang berdiri dari tempat duduknya dan mendekati mulya yang berdiri di sebrangnya. Mulya pun menganggukan kepalanya, tanpa pikir panjang gita memeluk mulya dengan eratnya, seperti tidak ingin melepaskan pelukannya. Dan kedua cowok itu lagsung melihat kebelakang dan betapa kagetnya mulya karena kedua cowok itu adalah handika dan teguh. Gita melepaskan pelukannya lalu membawa mulya mendekat dengan handika dan teguh.
“hai,kalian apa kabar?” tanya mulya agar canggung karena sudah lama mereka tidak bertemu, terlebih lagi mereka berpisah dengan keadaan yang tidak baik.
“kabar baik”jawab handika dan teguh bersamaan dan saling mengulurkan tangan untuk besalaman.
“gita”panggil seseorang kepada gita, dan semua pun menolehkan pandangan kearah suara.
“sayang, kamu lama banget sih jemputnya?aku udah jamuran tau digodai sama dua cowok ini.” Ujar gita pada orang tersebut
Sayang? Batin mulya heran. Kerana yang ia tahu selama ini gita itu sukanya sama teguh, dan kabar yang ia dapatkan dari teman-temannya kalok gita itu pacaran sama teguh. Ia pun memandang handika, teguh, dan gita bergantian, mencoba meminta jawaban atas kebinggungan yang dia rasakan.
“ini calon suami aku lya, selama ini aku bohong sama kamu kalok aku pacaran sama teguh.” Gita menjelaskan apa yang sebenanya terjadi.
“iya mulya, jadi kita bertiga itu lebih milih bersahabat selama ini.” Tambah handika memperjelas.
“dan kita juga mencari keberadaan kamu.” Timpal teguh.
Dan mereka pun memutuskan makan bersama, dan mulai menceritakan pengalaman mereka selama 4 tahun terakhir. Selesai makan mereka pergi kesubuah taman hiburan karena sudah lama mereka tidak main bersama. Selama dalam perjalanan mulya selalu menempel pada sang kakak, karena melihat kelakuan handika dan teguh yang selalu ingin dekat dengan mulya. Hingga tiba di taman handika dan teguh berebut untuk mengajak mulya bermain wahana kesukaan mereka. Tak tahan dengan itu mulya memutuskan untuk bermain dengan gita, mencoba mempererat persahabatan yang sudah lama retak. Namun, tetap saja handika dan teguh berebut untuk ikut dan selalu berada disamping mulya. Hari ini waktu cepat sekali berlalu, senja sudah menghampiri mereka dan rasa lelah pun mulai hinggap, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhirin hari ini dan pulang kerumah masing-masing.
Siang ini mereka janjian untuk mengantar mulya interview kerja di sebuah station tv yang cukup mapan di indonesia. Dan kali ini gita yang membawa mobil karena tak mau ada keributan yang ditimbulkan handika dan teguh untuk berebut duduk disamping mulya.
Sampai di tempat kerja, handika dan teguh berebut member semangat kepada mulya. Tak mau keributan menjadi panjang mulay bergegas meninggalkan teman-temannya dan menuju ruangan interview. Tak disangka ia bertemu dengan nurma dan fian di ruang interview.
“nurma…fian” kata mulya yang kaget akan keberadaan sahabatnya selama di korea itu.
“mulya…” jawab  nurma dan fian bersamaa.
Mereka bertiga mengikuti serangkaian tes yang diberikan yang oleh stasiun tv tersebut. Dan tiba saatnya pengumuman siapa saja yang diterima bekerja di stasiun tv tersebut. Karena yang dibutuhkan hanya 5 orang saja, sementara yang mendaftar saja ratusan orang. Mereka medengarkan dengan rasa tegang, namun itu semua dapat terbalas karena mereka bertiga diterima. Mereka keluar dengan perasaan bangga. Dan mulya mengajak nurma dan fian untuk bertemu dengan sahabat lamanya.
Dari kejauhan handika dan teguh panas karena melihat mulya begitu akrab dengan fian, setelah mulya mendekat bersama fian dan nurma, mulya tersenyum dan memperkenalkan sahabat-sahabatnya ini. Dan mereka memutuskan pergi ke pantai bersama-sama, di pantai mereka bermain dan bercanda bersama. Handika memenfaatka kesempatan ini untuk mengutaraka persaannya kepada mulya, teguh pun tak mau kalah dengan handika, dan akhirnya fian pun juga mengutarakan perasaannya kepada mulya.
Mulya menatap gita dan nurma secara bergantian, mereka berdua menganguk tanda member persetujuan akan jawaban yang dipilih mulya. Dan mulya pun memutuskan tidak memilih ketiganya dengan alasan tak mau menyakiti perasaan ketiganya dan mulya merasa nyaman untuk bersahabat saat ini.
THE END.


Jumat, 10 Juli 2015

Diam mu adalah luka bagi ku,
Karena tanpa kau sadari,
Kau adalah separuh dari jiwa ku,
Tuhan hadirkan kau disaat yang tepat,
Dimana aku dalam keadaan terpuruk.
Tapi kenapa kini kau diamkan aku?
Kawan, jangan biarkan aku bingung
Kebisuan mu saat ini
Katakan saja apa kesalahan yang harus ku perbaiki.

Sahabat...
tak perlu waktu lama untuk ku mengenal mu,banyak kisah hidup yang ku lalu bersama mu .kamu yang selalu mewarnai hidup ku dengan canda tawa dan kebahagiaan, tak lupa kau selalu memberi ku semangat kala aku terpuruk dalam lembah keputus asaan. kau adalah keluarga ku, yang selalu ada disamping ku dalam keadaan ku seperti apapun itu.

Selasa, 14 April 2015

Perjuangan seorang AYAH...
Tak peduli sang mentari membakar tubuhmu, Tak peduli lumpur dan peluh membasahi tubuhmu, letih sudah harap langkah mu.
Ayah, remuk hati ii melihat perjuangan mu, hancur raga ini melihat dan mendengar setiap helaan nafas mu....
Ayah, badan mu yang dulu gempal kini habis dimakan derita, kulit yang dulu mulus kini penuh dengan bintik-bintik lara...
Ayah, lumpur dan peluh menjadi pkaian mu, pegal dan linu menjadi santapan mu, capek dan letih sudah menjadi makanan mu AYAH...
Ku salut dengan pengorbanan mu AYAH,..
ku kagum dengan jiw juang mu semua tuk keluarga...

Hari ini memang terasa kelabu,hidup terasa kalut dalam kalbu,cobaan silih berganti menghampiri,memberikan kesedihan yang berarti.
Kutahu,
Semuanya begitu pilu. Namun, aku mengerti inilah proses hidup yang harus kujalani. Menerima segala kondisi yang ada saat ini. Tuhan sedang menguji hambanya disini.
Jangan bersedih!
Masih ada hari bahagia menanti,hari kemenangan bagi yang sabar. yakinklah kita akan menjadi yang terhebat suatu hari nanti....

Senin, 13 April 2015

IBU....
adalah wanita yang telah melahirkan aku, merawat ku, membesarkan ku, mendidik ku, hingga diri ku telah dewasa.
IBU...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian, tatkala kaki-kaki ku terasa belum kuat untuk berdiri, tatkala perut ku terasa lapar, dan tatkala ku terbangun di waktu pagi, siang, dan malam.
IBU...
adalah wanita yang penuh perhatian bila aku sakit, bila aku terjatuh, bila aku menanggis, dan bila aku kesepian.
IBU...
telah kupandang wajah mu diwaktu tidur, terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan, terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran, terdapat sinar yang penuh kasih dan sayang, serta terdapat sinar kelelahan karena aku. Aku yang selalu merepotkan mu, aku yang selalu menyita perhatian mu, aku yang telah menghabiskan air susu mu,aku yang selalu menyusahkan mu, hingga muncul tangisa mu.
IBU...
engkau menangis karena aku, engkau sedih karena ulah ku, engkau menderita karena aku, engkau kurus karena aku, dan engkau korbankan segalanya demi aku.
IBU...
jasamu tiada terbalas, jasa mu tiada terbeli, jasa mu tiada akhir, jasa mu tiada tara, dan jasamu terlukisa indah dalam surga.
IBU...
hanya do'a yang bisa aku persembahkan untuk mu, karena jasa mu tiada terbalas. Hanya tangis ini yang menjadi saksi atas rasa cinta ku kepada engkau.

Ketika perasaan bosan datang
Ingin rasanya aku kembali ke zona aman di pangkuan orang tua
Tak tahan akan kondisi seperti ini
Sepi, sunyi, dan senyap tanpa kecariaan dari keluarga tercinta
Namun, apa daya semua harus ku lalui demi masa depan cerah dan kebahagiaan orang tua ku di masa mendatang
ya Allah kuatkan hamba untuk melalui semua ini

SAHABAT...
Perjalanan mu begitu jauh, hampir setiap benua kau pijakkan kaki, dan beribu pulau kau lalui. Namun, dermaga hanya persinggahan untuk melepas lelah, walau hasrat terkadang dalam onak-onak kesunyianmu.
SAHABAT...
Kesendirian mu teramat lama, sehingga kau lupa dengan mentari yang semakin senja selaras dengan usia, yang memutihkan rambut mu.
SAHABAT...
Engkau hanyut di alunan pecahan ombak yang menghantam lambung kapal. Menjadi irama musik laut, seakan iramanya membuat mu terbuai.,
SAHABAT...
mungkin engkau lupa dengan sawah kecil dengan sedikit air yang pernah aku rasakan, ditumbuhi rumput hijau lebat. Luoahkah engkau dengan surga dunia itu?
Dimana tubuhmu menerawang seakan tak lagi bisa dipijak nafas mu mendengus ketika rasa itu datamg...

Minggu, 05 April 2015

cerita ku hari ini adalah...
rencana awal adal mau lari dihari minggu (car freeday) but gagal karena bangunnya pada kesiangan.,akhirnya diskusi mau main dan mau cari sarapan aja di car freeday.dan akhirnya jalan deh cari sarapan,dan dapet sarapan longtong.,abis sarapan nerusin jalan-jalan lagi,satu temen ambil duit,trus jalan ketemu sama penjual cireng ahkirnya beli 6 buah,jalan lagi ketemu penjual crepes beli lagi 5,jalan lagi ada penjual es kopyor dan bola mie alias takoyakinya orang solo,temen pada beli,aku liat kantong, eh duit dah abis akhirnya gak jadi beli deh.trus  jalan pulang ditegah jalan diem hening banget,ada temen yang jail dikagetin deh ahkirnya berdua kaget.,pas udah mau sampek kos akunya kebel dan lari duluan karena yang bawa kunci aku.,semua makanan aku tarh dimeja ruang tamu.,dan lari kelantai dua buat BAB.,satu kata buat saat itu lega..

Jumat, 03 April 2015

ketika ke salah pahaman itu terjadi pasti akan meninbulkan sedikit percekcokan,yakin kan diri jangan sampai kita terpengaruh sama kanan kiri.jangan sampai salah paham ini memecahkan persatuan yang telah kita bangun selama ini.persatuan dan kebersamaan lebih penting.

Senin, 23 Maret 2015

persahabatan adalah kata lain dari cinta.disana kamu bisa merasakan indahnya rasa kasih sayang antara sesama.rasa saling peduli satu sama lain bahkan rela berkorban untuk kebahagiaan yang lain.Pesahabatan yang tulus akan indah dan tak akan mulus dalam menjalaninya karena pasti akan ada halangan dan rintangan yang akan memperkuat tali persahabatan itu.

Senin, 16 Maret 2015

Ketika perbedaan  melebur menjadi satu dan menghasilkan sebuah keindahan yang sayang untuk di lewatkan. di situlah arti kebersamaan yang sebenarnya akan muncul.Dan kebersamaan yang tulus itu akan menumbuhkan rasa peduli satu sama lain hingga akan membuat ikatan persaudaraan yang kental. yang bahkan lebih kental dari ikatan darah.
Dan di situlah perbedaan akan menjadi indah tanpa ada konflik yang memisahkan,karena perbedaan ada untuk menyatukan dan memberi warna pada kehidupan bukan memecah belah kehidupan.

Dendam sebuah kata yang amat menakutkan,sebuah tindakan yang amat sangat merugikan jika dilakukan.tak banyak yang suka dengan kata dan tindakan itu.tak sedikit pula orang yang tergiur akan melakukan sebuah tindakan keji itu.sebuah tindakan yang bisa menghancurkan semua keindahan yang ada di dunia kita.dendam yang identik dengan kebencian dan kekerasan sebisa mungkin harus hindari tindakan itu.
Andai saja hidup itu tak perlu ada kekerasan yang berujung pada dendam,pastikan kalau hidup akan indah dengan saling menyayangi.karena tak punya cukup waktu untuk mencintai dan menyayangi satu sama lain,jadi jangan habiskan waktu yang hanya satu kali ini untuk melakukan kekerasan dan dendam yang hanya akan menyiksa hidup yang hanya satu kali ini. :)

Minggu, 15 Maret 2015

Ada kalanya kamu merasa butuh sendiri bersama alam dan mulai mencari apa yang sebenarnya kamu rasakan dan mulai meneteskan air mata,agar kamu bisa tahu apa keselahan pada diri mu,dan mulai memikirkan cara untuk memperbaikinya tanpa menimbulkan masalah yang lebih besar.nikmati kesendirian itu dan tanyakan pada angin dan alam sekitar apa yang akan kamu perbuat dengan banyaknya dosa yang kau buat selama ini.tanyakan pada alam bagian mana dalam hidup kamu yang perlu kamu ubah mulai saat ini.beri tahu angin agr ia menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan yan kamu rasakan kepada sang PENCIPTA.agar hidupmu lebih bisa teratur dari sebelumnya.

Sabtu, 14 Maret 2015

Bahagianya saat kita bisa bersama sama ornag-orang yang kita sayang dengan waktu yang singkat namun banyak makna yang bisa kita ambil.so nikmatin saat kamu masih bisa bersama mereka yang kamu sayang atau menyayangi  mu dengan tulus,jangan sampai kau menyesal karena saat kamu udah harus pergi ninggalin mereka buat ngejar apa yang kamu impikan.
sebuah kesusesan harus ada pengorbanan,salah satunya yaitu dengan ninggalin orang yang kita sayang.

bahagia itu sederhana,cukup liat orang yang kita sayang (orang tua) senyum karean sesuatu yang kita buat.my heros live is may parents.aku ada karena mereka,jadi aku bakal pertaruhkan segalanya buat mereka termasuk nyawa aku.

moto

" I can imagine if there is no money in my pocket, but I can't imagine if there is no knowlegne in my mind, Religion, in my heart. They are suns of my life"
MENJADI YANG TERBAIK DARI YANG TERBAIK.,
kebahagiaam itu kita yang tentukan,bukan orang lain dan kebahagiaan itu menentukan kesuksesan kita bukan sukses yang membahagiakan kita.,so kalok pengen sukses bahagiain dulu diri kamu sendiri.dan kebahagiaan itu cuman kamu sendiri yang mengerti dan menciptakannya.