Kamis, 08 September 2016

pakpung umbul manten



Umbul kemanten merupakan salah satu obyek wisata yang mulai dilirik oleh para wisatawan, obyek wisata air yang terletak di desa Sidowayah, polanharjo, tulung, kabupaten Klaten ini menawarkan kemurnian air yang berasal dari mata air pegununngan, selain itu umbul yang resmi dibuka pada tanggal 28 juni 2012 ini juga meawarkan pemandangan pedesaan lengkap dengan udaranya yang sejuk ala pegunungan. Pada awalnya belum banyak yang mengetahui keberadaan umbul manten ini, sehingga digunakan untuk tempat pelarian anak-anak sekolah membolos dan minum-minuman keras. Akhirnya warga sekitar mulai terganggu degan kagiatan itu dan mendapat teguran dari FPI.

Berawal dari situ warga mulai berfikir agar kejadian tersebut tidak terulag kembali, akhirnya umbul tersebut diggunakan untuk arena outbound pendidikan taman kanak-kanak dan belum dipunggut biaya restribusi. Berawal dari situ warga mulai sadar akan potesi umbul temantn ini dan mulai mengelola umbul dengan serius dengan mulai menarik biaya restribusi kepada setiap penggunjung. Melihat potensi yang bagus untuk kedepannya pemerintah kabupaten ingin mnegambil alih pengelolaan umbul temanten ini, namun tidak mendapat persetujuan dari warga, karena ini merupakan aset desa yang dapat menunjang perekonomian dan pembangunan warga desa, karena jika dimabil oleh pemerintah daerah juga akan merbag sistem irigasi petani desa, perikanan, serta air minum.

“dulu mau dimintak perda, tapi sama warga gak dibolehin. Karena ini aset desa untuk pembanguna desa, kalau dimabil perdakan sistem irigasinya dirubah. Karena air yang terbuang itu masuk irigasi dan perikanan dan yang dikotak untuk air minum”. Ujar Priyono pengelola umbul manten

Umbul maten pun dikelola warga selama delapan tahun hingga pada awal tahun 2016 dikelola oleh keluahan menjadi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Barulah setelah dikelola oleh BUMDES umbul maten mulai melakukan relokasi, mulai dari penambahan kolam dan perbaikan fasilitas dari kamar ganti, toilet, mushola, dan beberapa warung makan. Dalam pengelolaannya BUMDES tetap melibatkan warga desa, seperti halnya dalam pengelolaan restribusi yang dipercayakan kepada warga desa.



Namun, seiring mulai dikenalnya umbul manten terdapat masalah lain untuk pembangunan kedepannya mengingat umbul manten tidak memiliki wilayah yang cukup karena letaknya yang berada diperbatasan kecamatan dan kelurahan serta diapit umbul pelem. “kan masalahnya umbul manten ini gak punya wilayah, yang dipondasi itukan punya umbul manten. Na yang saya pakek buat jualan ini sudah milik umbul pelem.” Kata Priyono, meskipun demikian warga desa tetap memaksimalkan potensi yang ada di umbul manten.

0 komentar:

Posting Komentar